Bukan Resolusi 2015

Tahun istimewa. Saat pergantian tahun, bertepatan dengan libur anak-anak sekolah. Sudah hampir satu pekan mereka saya jemput dari pondok. Mungkin karena ingin masih kagen suasana rumah, anak-anak lebih suka aktivitas liburan yang tidak jauh-jauh dari rumah. Renang, ke toko buku, makan malam di mall, nonton dvd berjam-jam dan seputar itulah. Yang menurut saya paling keren adalah kegiatan memasak aneka makanan buatan Neng. Selain anak-anak bisa bisa belajar memasak, mereka juga suka makan. Mungkin bagi mereka, kesempatan untuk mencicipi banyak makanan. Kami maklum, mungkin di pondok mereka tidak bisa sebebas itu. Malah menurut saya, bagus juga untuk perbaikan gizi. Di pondok kan, menu makanannya sederhana, jadi bagus bila sesekali lebih dari itu…, hehe.

Saya sendiri belum pernah mengalami sibuk mengurus pekerjaan seperti di akhir tahun ini. Target perusahaan benar-benar memaksa saya untuk memberikan waktu ekstra untuk menyelesaikannya. Dipenghujung tahun malah saya harus lembur. Pernah merasa ‘merana’ juga, sebab target menulis saya di akhir tahun tidak sesuai harapan. Beberapa penyelesaian naskah terbengkalai. Tapi banyak ibroh yang saya dapat. Saya yakin saat kita sibuk, biasanya dibarengi dengan ide menulis yang deras pula. Mungkin saat ini memang hanya bisa menangkap ide-ide tersebut dan mencatatnya dalam sebuah folder. Saya yakin, bahwa suatu saat, saat bisa menyusunnya menjadi kesatuan dan bisa menjadi buku. Jadi dinikmati saja…

Pukul 20.00, tanggal 31 Desember, saya baru bisa keluar kantor. Senang karena bisa menyicil pekerjaan agar libur tahun baru selama empat hari kedepan bisa saya lalui dengan lebih tenang. Saya juga sempat meminta maaf Pak Satpam, karena waktunya harus tersita menemani saya yang menjadi penghuni terakhir di kantor. Saat keluar kantor suasana gerimis masih menyelimuti. Seakan tidak rela dengan kondisi saat itu, suasana jalan Jakarta sudah mulai sibuk dan menagih untuk segera merayakan perayaan tutup tahun. Suara terompet dan sesekali lintasan kembang melintas di udara. Sayang, mungkin banyak orang yang menganggap hal tersebut penting. Semoga suatu saat ada semangat yang bisa merubah pandangan, bahwa malam yang penuh kesia-siaan itu, jauh lebih baik bisa dihabiskan untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Swt. Di tengah kemeriahan yang di tawarkan, ternyata masih banyak juga orang yang peduli dan mengadakan kegiatan dzikir bersama. Bagus, mengingat berbagai bencana yang Allah Swt peringatkan di akhir tahun ini, masih bisa kita rasakan. Setelah longsor yang mengubur satu desa, banjir bandang di berbagi daerah dan terakhir disusul dengan hilangnya pesawat komersial di perairan Kalimantan. Semoga bisa menjadi peringatan kita semua.

Saya sendiri lebih memilih berada di rumah secepatnya. Tidak ada yang istimewa. Hanya saya pesan kepada anak-anak sebelum tidur, agar mereka tidak susah untuk dibangunkan sholat malam. Alhamdulillah, pagi ini saya merasakan semangat yang luar biasa, karena merasa kewajiban saya kepada Allah Swt sudah saya tunaikan. Yakin perjalanan lalu masih banyak yang harus diperbaiki dan berdoa. Semoga tahun mendatang selalu diberikan kemudahan disegala urusan. Bisa menunaikan amanah yang diberikan dengan baik. Makin dekat dan dicintai Allah Swt. Yang paling spesifik, saya ingin buku saya yang bertema keluarga bisa terbit. Aamiin ya, Rabb… Hari ini, rencana kami sekeluarga ingin menonton film ‘Assalamu’alaikum Beijing’ di cinema terdekat. Lusa kami sudah harus siap-siap kembali untuk mengantar ke ponpes. Semangat!

Iklan

Buku Baru : Surga & Neraka – For Muslim Kids

Ayah Bunda… Kini lebih mudah menjelaskan bila Si Kecil bertanya tentang surga dan neraka. Sudah terbit di toko buku ; Mengenal Surga & Neraka, Dengan Cara Menyenangkan – For Muslim Kids

– – –

Judul : SURGA & NERAKA
Penulis : Kay Arikunto
Ilustrator : Innerchild
Penerbit : DAR Mizan
Harga : Rp. 57.000,-

Sinopsis :

Kenapa ya, kita harus berbuat baik kepada mahluk di bumi ini? Terus kenapa juga, kita yang hidup akan mati? Aih, jangan bicara soal mati dong! Kan serammm…

Eh, tapi sebagai anak muslim, kita harus yakin dengan kematian. Setelah kematian, manusia akan dihidupkan kembali di alam akhirat.

Mereka yang berbuat kebaikan dimuka bumi, akan masuk surga. Dan mereka yang berbuat kejahatan, akan masuk neraka. Terus, seperti apa sih, surga dan neraka itu?

Kata Ustad, surga itu penuh keindahan, sedangkan neraka itu panas membara. Hmm.., malah jadi penasaran, nih. Yuk, kita cari tahu lebih banyak, dalam buku ini!

image

– – –

Melalui buku ini, Ayah Bunda dapat mengenalkan surga dan neraka melalui cerita-cerita menarik, yang tidak membosankan. Dilengkapi pula dengan aneka game seru, sebagai pendukung anak-anak belajar, hingga mereka senang berinteraksi hingga akhir bacaan.

*Bila berminat bisa inbox, ya – Kay Arikunto 🙂

image

Sejak mereka masuk ponpes pekan lalu, saya ingin sekali menulis.
Malam ini saya menemukan tulisan Neng dalam buku hariannya tentang anak-anak. Rupanya kita sama-sama dalam zona ‘melow sumolow…’
Dan pada lembaran ini saya tidak kuat lagi.. *mewek…
Semoga Allah senantiasa menjaga mereka di Haka…
Miss you all…

Pagi Ini Di Sekolah

Semenjak kakaknya nyantri di pesantren. Hilya dan Kaysan sering menghabiskan waktu berdua. Saya mengamati. Dulu lumayan ada persaingan. Tapi semarang, mereka sering dipaksa akur dengan keadaan. Contoh saat pergi sekolah tadi. Biasnya Kaysan selalu minta si Kembar untuk menemani ke kelas. Maklum, anak kelas 6 (teman-teman si Kembar), sering gemas mencubit pipi Kaysan. Namun sekarang, Hilya yang menggantikan. Ada kejadian lucu tadi pagi…

Hilya : “Tuh, belum dikancingin!”
Kay : “Biarin, ah!” *sambil kabur
Hilya : *ngejar “Eh, sini! Kalau sekolah harus rapih!”

Alhamdulillah… kakak sayang adik dan makin kompak!
k

Cerita Nasi Bungkus di Banjir Jakarta 2014

Malam itu saya dan beberapa teman mendengar dari warga, bahwa salah satu RW di kelurahan kami mulai banjir.  Air sudah masuk ke rumah mereka dan semakin meninggi.  Pukul 23.00 WIB malam itu, ketinggian air sudah sebetis orang dewasa. Kami langsung memutuskan untuk meninjau lokasi tersebut. Di wilayah kami, ada dua RW yang memang langganan banjir. Keduanya berada di sisi aliran sungai Sunter. Sebelum kami tiba, kami sempat menawarkan, apa yang bisa kami bantu malam itu.

Tiba di lokasi, kami langsung memesan makanan dan nasi bungkus dan makanan ala kadarnya. Beberapa tukang nasi goreng, pecel lele dan nasi uduk kami temui langsung kami pesan, sesuai jumlah pesanan. Di beberpa  titik, kami menjumpai Bapak RT dan warga setempat yang sudah bersiaga. Tidak ada persiapan khusus, hanya beberapa orang terlihat berkumpul di tempat kejadian.

Ada salah satu RT yang dulu aman, namun tiba-tiba saja ikut banjir malam itu. Kemungkinan karena ada pembangunan cluster baru di sekitarnya. Sekitar 200 warga, akhirnya mengungsi di Musholla. Kami langsung membagikan makan untuk mereka. Ditemani Pak RT setempat, kami terus menyisir titik-titik yang bisa menjadi indikasi banjir malam itu. Kesimpulannya debit air yang cukup besar dan hujan yang malam itu masih saja turun, bisa dipastikan pagi hari nanti banjir akan semakin meninggi.

Setelah memanggil beberapa teman lain yang bisa bergabung, kami berkoordinasi, apa yang kami bisa lakukan esok hari. Salah satu usul Pak RT, mengupayakan sebuah gerobak, agar pekerja dan pelajar yang melewati jembatan sungai  bisa menyeberang dan tetap dapat beraktifitas . Namun usul tersebut tidak kami ambil, mengingat waktu dan keterbatan tenaga. Kami lebih memilih untuk mempersiapkan sarapan dan mengunjungi warga yang rumahnya terendam banjir pagi hari nanti.

Pesoalan muncul, sebab waktu sudah menunjukkan pukul 02 tengah malam. Mencari tukang nasi bungkus yang akan kami order untuk esok hari, tentu bukan perkara mudah. Kalaupun ada warung nasi yang masih buka, mereka tidak punya stok bahan makanan dan tenaga yang bisa bekerja malam itu. Setelah berputar-putar, kami pustuskan untuk meng-sms teman-teman kader PKS. Kader yang kami kenal solid, pasti bisa membantu untuk mengumpulkan nasi bungkus esok hari. Maka kami meminta agar per-kader  mengirimkan 5 nasi bungkus, paling lambat jam 06 pagi dan dikumpulkan di posko yang sudah ditentukan. Kami pun semua pulang untuk beristirahat. Tentunya saling mengingatkan tugas masing-masing dan berdoa agar banjir esok  hari dapat segera surut.

 

***

Pukul 4.30 alarm di rumah saya berbunyi. Istri saya sempat bingung, sebab alarm yang saya pasang sebanyak tiga buah, berbunyi semua.  Saya memang takut kesiangan, karena pulang sudah larut sekali. Saya jelaskan ke istri, bahwa kita harus menyiapkan sarapan untuk korban banjir. Setelah membangunkan anak-anak dan menjelaskan  juga kepada mereka, saya yang mendapat tugas untuk memasang tenda untuk posko pagi itu, akhirnya mengajak istri untuk menemani.

Pukul 05.30 kami mengetuk rumah salah seorang warga yang kami kenal baik.  Beberpa  tahun lalu, saat terjadi banjir, rumah tersebut juga kami jadikan posko. Alhamdulillah, beliau dengan antusias menyetujui. Kami memang ingin bergerak cepat. Sementara kawan-kawan lain mencari  nasi bukus untuk sarapan, tenda selesai kami pasang. Dalam waktu sekejab, kader mulai berdatangan untuk membawa sarapan.  Pagi itu jalan raya menuju lokasi posko sudah kacau. Kandaraan umum dan motor sudah tidak bisa melewati jalan hingga akhirnya harus berputar. Sayangnya  kondisi seperti itu, malah jadi tontonan. Padahal  tidak jauh dari lokasi aliran sungai tersebut, banyak warga yang sudah kedinginan dan lemas karena terendam banjir semalaman.

Sambil menunggu teman-teman lain mengumpulkan bantuan, sekitar pukul 06, kami segera membawa sarapan yang sudah terkumpul. Beruntung kami bertemu dengan Humas RT yang akhirnya mengantar kami menuju rumah Bu RT.  Pak Humas RT  yang saya temui saat itu sudah merasa kedinginan. Badannya bergetar. Hingga saya memberikan  jaket yang saya kenakan untuknya.

Melewati banjir yang makin meninggi dalam kondisi masih guyur hujan, kami menyusuri lokasi. Pak Humas RT menunjukan jalan memotong lokasi. Kami melewati sekolah kristen yang juga ikut terendam banjir  hampir setinggi paha. Sepanjang jalan kami menyapa warga dan menyelamatkan apa yang bisa kami selamatkan. Salah satunya seekor ayam yang betengger di pagar dan terlihat lesu karena kedinginan. Rupanya rumah Bu RT juga terendam banjir cukup parah juga.

Saat  kami datang, Bu RT meninta agar sarapan yang kami bawa agar dikumpulkan saja dirumahnya. Beliau khawatir nasi bungkus yang kami bawa tidak cukup. Saya jelaskan bahwa bantuan lain masih dikumpulkan di posko dan akan datang bergelombang. Akhirnya Bu RT menyuruh Pak Humas RT untuk mendistribusikan dan kami diminta menemaninya. Jauh lebih kedalam, lokasi makin parah dan warga mulai terlihat ada yang kebingungan. Rumah Pak RW yang ikut terendam banjir juga kami sambangi. Menurut kabar, urun rembuk RW dengan RT baru saja akan di laksanakan malam nanti, namun sayang, banjir datang lebih dulu.

Pagi itu, kami merasa senang bisa membantu warga yang memang membutuhkan makanan. Sarapan nasi hangat yang kami tawarkan, semoga bisa membantu mengembalikan energi mereka untuk  beraktifitas hari itu. Tentunya untuk menyelamatkan barang-barang sementara dan memastikan anggota keluarga mereka baik-baik saja.

***

 

Image

Pertama Kali Tampil di Majalah Ummi

Gambar

Pertama Kali Tampil di Majalah Ummi

“Pak Ari, maaf baru balas. Saya sudah terima tulisan Pak Ari untuk rubrik Kolom Ayah, jabriknya terpesona dan insya Allah akan kami muat di edisi Januari 2014.”

Demikian sebuah inbox yang saya terima dari Redaksi majalah Ummi yang membuat persaan saya senang tidak kepalang. Sudah lama sekali ingin menulis di Kolom Ayah – Majalah Ummi tersebut. Dulu saya kagum dengan rubrik ini saat Ust. Anis Matta mengisi tulisan di kolom tersebut.

Semoga bisa istiqomah kedepan…

Buku Anak – Dongeng Anak Islami (Petualangan Di Lembah Kebaikan)

Gambar

Buku Anak - Doneng Anak Islami (Petualangan Di Lembah Kebaikan)

Buku terbaru saya ini diterbitkan DAR Mizan. Senang rasanya, karena dalam buku ini, saya bisa lebih mengkonsep sendiri cerita yang ingin saya tuangkan.

Sebagai penulis, saya ingin mengenalkan kepada anak-anak muslim tentang perbuatan-perbuatan baik yang bisa dilakukan di sekitarnya. Selain itu mereka juga dikenalkan dengan nama-nama surga yang ada dalam Al-Qur’an. Dengan mengenal nama-nama surga, saya berharap, anak-anak akan lebih mengenal Allah Swt.

Saya juga senang dengan ilustrasi yang ada didalamnya. Bagus dan enak dilihat. Melalui ilustrasi-ilustrasi tersebut, anak-anak akan lebih menyukai ceritanya.

Jadi, segera dapatkan di toko buku terdekat, ya!

– – –

Seri : Dongeng Anak Islami
Judul : Pertualangan di Lembah Kebaikan
Sub Judul : Mengenal Nama-Nama Surga Dalam Al-Qur’an

Kategori : Fiksi Anak
Penulis : Kay Arikunto
Penerbit : DAR! Mizanmedia Utama
Harga : Rp. 45.000,-

Sinopsis :

Kerajaan Alhamra berduka. Raja Amaly mendadak jatuh sakit. Matanya buta, telinganya tuli dan tubuhnya lumpuh. Kecemasan melanda seluruh kerajaan.

Prince Firdausy diangkat untuk menjadi raja sementara. Kepada Prince Firdausy, Patih Ghana berpesan bahwa Raja Amaly akan sembuh bila anak-anaknya mau berusaha mencari penawar di Lembah Kebaikan. Celakanya, penawar itu harus dicari dalam waktu satu pekan. Hwaa, bagaimana bisa? Maka berbondong-bondonglah para Prince dan Princess berkelana di Lembah Kebaikan.

Saat mereka berpencar untuk mencari penawar, Prince dan Princess banyak menemui orang-orang yang lemah. Para penguasa Lembah Kebaikan juga banyak yang lalai mengingat Allah. Satu demi satu, amal kebaikan dilakukan oleh Prince dan Princess. Amal kebaikan itu berpengaruh terhadap kesembuhan Raja Amaly.

Sayang… pada saat terakhir dibawa ke Kerajaan Alhamra, penawar itu hilang. Siapakah orang jahat yang mencurinya? Mampukan Prince Firdausy dan adik-adiknya menyembuhkan Raja Amaly?

– – –